Senin, 02 April 2012

Role-Play Dalam Proses Belajar Mahasiswa Untuk Bekal Persaingan Kerja

Di era globalisasi sekarang ini yang memliki daya persaingan yang sangat ketat dalam segala bidang membuat banyak perubahan pula dampaknya. Misalnya saja perubahan dalam segi belajar mengajar yang di setting seperti relita kerja pada aslinya atau yang sebenarnya. Saya yang sebagai mahasiswa STIE-Malangkucecwara juga mendapatkan pembelajaran yang berbeda dari sebelum-sebelumnya dan saya merasakan ini sangat berbeda. Tetapi, saya dalam pembelajaran ini sangat menikmati dan mendapat ilmu yang lebih sebagai mahasiswa. Saya merasakan pembelajaran ini seperti dalam dunia kerja yang nyata.
Pembelajaran ini yaitu role-play, yaitu proses diskusi dalam kelas tetapi yang seolah-olah di setting seperti rapat dalam dunia kerja nyata. Hasil yang di dapat pun dapat lebih memuaskan karena saya ataupun mungkin teman saya yang lain juga mengalami pengalaman yang sama, yaitu dapat lebih menjiwai peran sebagai karyawan atau manajer. Itu sangat menguntungkan sekali, sebab dalam proses ini saat kita dihadapkan dalam dunia kerja yang nyata kurang lebih yang hampir sama dengan role-play akan merasa terbiasa dan tidak canggung lagi dalam menghadapi orang lain atau rekan kerja.
Saya senang dalam bermain peran ini sebagai manajer marketing suatu perusahaan. Definisi manajer marketing sendiri meliputi riset konsumen, pengembangan produk, komunikasi-promosi, distribusi, penetapan harga dan pemberian service. Semua kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui, melayani, memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen. 
Hellriegel D &Slocum JW mengemukakan 2 jenis strategi pemasaran. 
1. Market penetration strategy, yang berupaya untuk meningkatkan pemasaran pada pasar yang sekarang ada melalui produk yang sekarang telah ada pula. Kegiatan yang dilakukan meliputi upaya meningkatkan jumlah pembelian dari produk, mencoba menarik konsumen yang sekarang menggunakan produk dari kompetitor/pesaing atau malahan sekaligus membeli kompetitor tersebut.

2. Market development strategy yaitu upaya mencari pasar baru dari produk yang sudah ada. Tiga kegiatan utama mencari pasar baru ini adalah menemukan pasar secara geografis (contoh : buka cabang di daerah lain), menemukan target market baru (contoh : video yang tadinya untuk presentasi ilmiah kemudian dipasarkan untuk hiburan dalam rumah tangga) serta menemukan penggunaan baru dari produk yang ada (misalnya mobil niaga diubah menjadi mobil keluarga).
Seorang Marketer harus bisa menentukan hal-kal berikut ini :
1. Pasar sasaran dan segmentasi 
2. Tempat pasar, ruang pasar, dan metamarket 
3. Pemasar dan calon pelanggan
4. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan 
5. Produk, tawaran, dan merek 
6. Nilai dan kepuasan 
7. Pertukaran dan transaksi 
8. Relasional dan jaringan kerja 
9. Saluran pemasaran 
10. Rantai pasokan 
11. Persaingan 
12. Lingkungan pemasaran
13. Program pemasaran
Dengan semua pengetahuan yang saya miliki tersebut, saya dapat mengaplikasikan pada role-play jadi saya sangat senang dan mempunyai pengalaman yang menurut saya ini sangat berharga sekali. Kita jadi seolah-olah seperti boss!! sungguhan. hehe
Tugas Manajer Pemasaran adalah sebagai berikut :
  1. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran
  2. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi
  3. Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan
  4. Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran
  5. Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi
Saya mendapat manfaat yang banyak, dari segi pengalaman, keberanian, pengetahuan saya juga bertambah lebih karena dapat lebih memahami tentang sebuah masalah, dsb. Jadi praktik dalam proses belajar itu sangat diperlukan sekali sebab praktik dalam proses pembelejaran adalah sebagai pendukung teori yang telah dipelajari. Dalam proses belajar role-play semua teori yang kita dapat bisa diaplikasikan sepenuhnya pada proses tersebut, jadi saya harap Indonesia dapat membuat role-play sebagai bahasan yang penting bagi para mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja yang nyata, sehingga mahasiswa tidak hanya pandai dalam teori dan tulisan saja, mahasiswa juga pandai dalam mengemukakan aspirasinya yang didasari oleh teori-teori yang telah di dapat dalam perkuliahan, juga mahasiswa memiliki softskill yang dicari oleh perusahaan pada era persaingan global yang sekarang ini semakin ketat.